Tampilkan postingan dengan label Muhammad Mursi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muhammad Mursi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Oktober 2015

Pemilu Mesir yang Digelar Rezim As-Sisi Sepi Peminat, Hanya 1,19% Pemilih



Hari Minggu (18/10), pemerintah junta militer Mesir menggelar pemilihan umum legislatif. Ini adalah hajatan politik pertama kalinya, setelah tentara dibawah komando As-Sisi mengkudeta pemerintahan sah presiden Muhammad Mursi pada 2012. Sejak kudeta terjadi, Mesir tak lagi punya wakil rakyat di parlemen. 

Minggu, 17 Mei 2015

Lautan Massa Penuhi Istanbul Protes Hukuman Mati Mursi



Lautan massa memenuhi kota Istanbul Turki mengutuk hukuman mati yang dijatuhkan pengadilan rezim kudeta As-Sisi pada presiden sah Mesir Muhammad Mursi.
Pada aksi protes itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam vonis mati terhadap Muhammad Mursi, presiden Mesir yang sah terpilih secara demokratis. Erdogan menilai vonis dari pengadilan Mesir itu seperti keputusan zaman Mesir kuno.

Minggu, 01 Februari 2015

Gebrakan Raja Salman Lakukan Pembersihan Loyalis Raja Abdullah dan Mendekat IM




Oleh Hasmi Bakhtiar*

Raja Salman bin Abdul Aziz sebagai nakhoda baru kerajaan Saudi Arabia terus melanjutkan 'kudeta' di tubuh kerajaan lumbung minyak tersebut. Sebelumnya, pasca dibai'at menjadi raja menggantikan saudara tirinya Abdullah bin Abdul Aziz, raja Salman langsung bergerak cepat dengan memilih Muhammad bin Nayef sebagai wakil putra mahkota dan memecat Khalid Al-Tuwaijri yang menjabat kepala dewan kerajaan.

Rabu, 04 Desember 2013

Kebathilan Tidak Bertahan Lama



Kebathilan dan kediktatoran, tidak pernah bertahan lama, eksistensi mereka hanyalah bumbu dari perjuangan dakwah dan tegaknya Al-haq, karena dengan itu perjuangan menjadi menarik, dakwah menjadi nikmat dan bersemangat. 

Firman Allah: 
"Katakan Al-haq itu pasti tiba dan kebathilan pasti lenyap, sesungguhnya kebatilan pasti lenyap"(QS: Al-Isra': 81) 
Terbunuhnya Jenderal Ridha Hafidz beberapa hari yang lalu, salah seorang jenderal pendukung kudeta dan Menteri produksi alat perang Mesir, yang diduga kuat dibunuh oleh As-sisi dan kelompok jenderal pro As-sisi, memberikan isyarat kuat bahwa rezim militer Mesir yang merebut kekuasaan Dr. Mursi Al-hafidz itu akan segera berakhir dan tinggal menunggu waktu.

Rabu, 13 November 2013

Pakar Nuklir Beberkan Penyebab Presiden Mursi dikudeta



Islamedia - Pakar nuklir dunia, DR Abdul Qadir Khan, membeberkan penyebab dikudetanya Presiden Mursi.
Mengapa Amerika dan Israil melakukan Konspirasi dan bekerjasama dengan agen-agen di dalam negeri mesir untuk mengkudeta Mesir ?!
Berikut ini pengakuan Ilmuan terkemuka itu terkait berbagai penyebab sesungguhnya dari penjatuhan Presiden Mesir, Muhammad Mursi.
"Sebenarnya saya tidak bermaksud berbicara terkait permasalahan internal mesir, namun demi menyampaikan sebuah kebenaran yang wajib diketahui oleh rakyat Mesir dan selanjutnya rakyat Mesir sendirilah yang memutuskan "nasib" Presiden Mursi ke depan.
Presiden Moursi pernah melakukan kunjungan ke Rusia, India, dan Pakistan. Hal yang tidak diketahui oleh banyak pihak adalah Bahwa Presiden Mursi sudah membuat nota kesepakatan dengan Rusia untuk menghidupkan kembali reaktor Nuklir Mesir untuk pengayaan Uranium yang akan menghasilkan tenaga listrik plus Pembuatan Reaktor baru untuk tujuan yang sama yang sudah siap beroperasi pada tiga tahun mendatang.

Sabtu, 14 September 2013

Krisis Ekonomi Juga Landa Media Mesir


Kairo. Setelah berperan besar dalam mengkudeta Presiden Mursi, kini media Mesir ikut terkena imbas buruk krisis ekonomi yang melanda Mesir. Kantor berita Lail wa Nahar pada hari Sabtu (14/9/2013), menyebutkan informasi dari sumber internal Maspero (gedung persatuan televisi dan radio Mesir), bahwa Maspero sedang mengalami krisis ekonomi yang sangat parah.
Menurutnya, gaji karyawan Maspero terancam macet. Sehingga ada rencana pemutusan hubungan kerja 30 ribu karyawannya dari 42 ribu yang ada saat ini. Besar gaji perbulannya bisa mencapai 220 juta pounds (sekitar 330 milyar rupiah).
Selain itu, akan ada penghentian beberapa program acara berita dan talkshow. Bahkan, acara “Selamat Pagi Mesir” akan segera dihentikan, lantaran kru yang lama diganti kru baru yang kurang berpengalaman untuk mengurangi besarnya gaji mereka. Akibatnya kualitas acara menurun, dan kru lama melakukan protes terhadap penggantian mereka.

Kamis, 12 September 2013

Al Jazeera Adukan Pemerintah Kudeta Mesir ke Mahkamah Internasional


Doha. Perusahaan media Al Jazeera akan mengambil langkah hukum terhadap pemerintah kudeta Mesir. Al Jazeera menuding pemerintah kudeta Mesir melakukan “kampanye pelecehan dan intimidasi secara berkelanjutan” terhadap jurnalis-jurnalis mereka di negeri Piramid itu.
Perusahaan yang berbasis di Qatar itu mengatakan, sejak kudeta terhadap Presiden Muhamad Mursi, sejumlah jurnalis nya telah ditangkap dan ditahan. Beberapa di antaranya tanpa tuduhan yang jelas atau berlatar belakang politik.
Kantor Al Jazeera di Mesir itu juga diserbu dan ditutup secara paksa. Peralatan-peralatan penyiaran disita, bahkan sinyal mereka pun di blokir oleh militer Mesir.
Dalam pernyataan resminya, Kamis (12/9), Al Jazeera mengaku telah memerintahkan kantor pengacara asal London, Carter-Ruck untuk membawa kasus ini ke Mahkamah Internasional dan PBB. “Al Jazeera tidak bisa membiarkan situasi ini terus berlanjut. 

Selasa, 10 September 2013

Ekonomi Carut Marut, Rezim Kudeta Mesir Mulai Rasakan Dampak Pemboikotan Turki


KAIRO - Penguasa kudeta Mesir mulai kelimpungan menghadapi ekonomi negaranya yang terus memburuk setelah dua bulan penggulingan Presiden sah Muhammad Mursi. Pihak Bank Central Mesir menyalahkan negara-negara Teluk yang tidak menepati janjinya untuk memberikan bantuan kepada pemerintah Adly Mansour.
Turki disebut-sebut sebagai pihak paling berpengaruh dalam memboikot pemerintahan kudeta. Menteri Perdagangan dari Kabinet Kudeta, Munir Fakhri, menyalahkan media massa yang dinilai telah menggiring Turki memandang kudeta secara negatif kemudian memboikot pemerintahan sementara.

Rabu, 04 September 2013

DepKeu Mesir: Mursi Tidak Pernah Ambil Gaji Selama Jadi Presiden

UPDATE KONDISI MESIR (Rabu, 4 Sep 2013):
Alkasbu Ghayrul Masyru' (lembaga KPK Mesir) meminta data ke kemenkeu Mesir gaji serta dana yg pernah diambil Presiden Mursi dari negara. Dep Keuangan menjawab: Mursi belum pernah menerima dana bahkan gaji bulanannya selama menjabat Presiden tidak pernah diambil!
Perusahan2 Turki hengkang dari Pasar Mesir. Munir Fakhri menyalahkan media2 yg mengkritik kebijakan Turki selama ini. Hengkangnya Turki membuat ekonomi Mesir tambah terpuruk

Jumat, 23 Agustus 2013

As-Sisi Hukum Pendukungnya Sendiri

Kairo. Dalam situs ansarporsaid.net, Shabir Masyhur menyebutkan bahwa sebenarnya As-Sisi telah menghukum sebagian besar pendukungnya.
Supir taksi termasuk orang yang paling banyak menyebarkan fitnah dan kebohongan selama pemerintahan Presiden Mursi. Mereka banyak yang mendukung dan mengelu-elukan As-Sisi sebagai penyelamat. Sekarang, ketika As-Sisi sudah berkuasa, mereka tidak bisa keluar, hanya di rumah sepanjang malam seperti kaum jompo. Bahkan karena tingkat kejahatan meningkat, mereka adalah target yang paling rentan menjadi korban kejahatan di jalanan.
Supir angkot adalah di antara pihak yang sangat diuntungkan dengan hasil Revolusi Januari 2011. Tapi mereka menolak hidup dengan mulia dan terhormat. Mereka ingin seperti biasa, diperiksa dan dianiaya di pos-pos polisi. Sekarang, mereka tidak bisa menarik angkotnya. Hanya bisa tinggal di rumah karena ada jam malam dan ancaman premanisme.

Rabu, 21 Agustus 2013

Mesir sedang dalam Masa Transien

Pergolakan yang terjadi di Mesir sedang dalam Masa Transien yaitu berubah dari kegelapan menuju terang (minadh dhulumati ilan nur). 
Perubahan dari diktator militer (kondisi 0) pimpinan Letjen As Sisi menuju masyarakat madani pimpinan Presiden sah Muhammad Mursi yang demokratis (kondisi 1). 
Secara alami, ini  terjadi pada kelistrikan. 
Untuk berubah dari  kondisi pertama (steady state 1, nilai 0) ke kondisi kondisi 2 (steady state 2, nilai 1) diperlukan masa transien yang bergejolak seperti yang terlihat dalam gambar di samping kanan dalam waktu yang relatif pendek.
Kondisi mesir selama hampir 100 tahun mengalami masa kegelapan dan akan berubah menjadi terang ternyata juga butuh masa transien yang relatif lebih pendek dari 100 tahun tersebut. 
Semoga masa transien ini tidak terlalu lama.
Kondisi Mesir ini mungkin saja terjadi di negara negara lain di belahan dunia. Jika ini terjadi, maka Insya Allah dunia semakin terang dan beradab.

Kustiyadi, ST.

As-Sisi Menuju Episode Terakhir

Kalau mengkaji sejarah Fir’aun, terdapat persamaan antara apa yang dilakukannya dengan yang dilakukan As-Sisi saat ini. Skenario yang mereka berdua tempuh juga sama. Setidaknya scenario tersebut bisa dibagi menjadi lima episode:

Pertama, Episode Kudeta. 
Terdapat dalam Al-Qur’an dalam surat Asy-Syu’ara: 40 “Semoga kita mengikuti ahli-ahli sihir jika mereka adalah orang-orang yang menang.” Ini sama dengan pernyataan As-Sisi yang katanya merespon tuntutan rakyat dalam demo-demo 30 Juni.

Kedua, Episode Pemberian Mandat. 
Terdapat dalam ayat “Dan berkata Firaun (kepada pembesar-pembesarnya): “Biarkanlah aku membunuh Musa dan hendaklah ia memohon kepada Tuhannya, karena sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar agamamu atau menimbulkan kerusakan di muka bumi.” [Al-Mu’min: 26]. As-Sisi meminta pendukungnya turun jalan besar-besaran untuk memberikan mandat agar bisa membubarkan demonstrasi dengan kekerasan. Katanya untuk meluruskan revolusi, karena Presiden Mursi sudah berbuat kerusakan.

Mulai Terkuak, Otak Pembakaran 60 Gereja Mesir

60 gereja di Mesir dilaporkan diserang, dirusak dan dibakar usai pembantaian ribuan pendukung Mursi pada 14 Agustus 2013. Umumnya, gereja yang diserang terletak di lembah sungai Nil.
Penyerangan terhadap gereja itu dijadikan alasan oleh militer bahwa pembantaian terhadap pendukung Presiden Mursi adalah demi perang melawan teror. Tetapi, siapakah sebenarnya pelaku dan otak penyerangan gereja-gereja tersebut?
Washingtonpost melaporkan, usai mengunjungi gereja-gereja yang terbakar dan mewawancarai aktivis dan pejabat dari perwakilan negara barat, terdapat tanda tanya apakah memang Ikhwanul Muslimin -yang disalahkan oleh pemerintahan kudeta- benar terlibat.
Tanda-tanda yang mencurigakan telah muncul sejak hari H. Pasukan keamanan yang seharusnya menjaga gereja justru tidak menempati pos yang seharusnya. Polisi terkesan membiarkan penyerangan terjadi. Di samping, tidak ada upaya sigifikan dari pihak yang berwenang untuk menghentikan kerusakan. Misalnya, pemadam kebakaran yang tidak responsif saat gereja tengah terbakar.

Sabtu, 17 Agustus 2013

Keluarga Beberapa Menteri Kabinet Bablawi Mulai Melarikan Diri

Mesir. Keluarga beberapa menteri kabinet Bablawi mulai melarikan diri ke luar negeri. Hal itu setelah beberapa menteri dijadikan sebagai tahanan rumah karena mengajukan pengunduran diri mereka setelah terjadinya pembantaian Rab’ah dan Nahdhah.

Hal ini disebutkan oleh akun facebook resmi pendukung Presiden Mursi mengambilnya dari sumber yang bisa dipercaya di airport Kairo.

Keluarga-keluarga tersebut meninggalkan Mesir menuju beberapa negara Eropa dan Arab, hari Jumat kemarin. Kepergian mereka ini terjadi beberapa jam setelah tersiar kabar bahwa banyak menteri yang menjadi tahanan rumah akibat rencana mengundurkan diri. (msa/sbb/dkw)

Redaktur: Saiful Bahri

Sumber:

http://www.dakwatuna.com/2013/08/17/38098/keluarga-beberapa-menteri-kabinet-bablawi-mulai-melarikan-diri/#axzz2cH5PAHce

http://www.dakwatuna.com/2013/08/17/38098/keluarga-beberapa-menteri-kabinet-bablawi-mulai-melarikan-diri/#ixzz2cH5cxs2E

Senin, 05 Agustus 2013

As-Sisi Gigit Jari

Mulai esok hari, masyarakat dilarang menukarkan uang Pound Mesir ke mata uang asing (dollar). Media online memberitakan, rakyat Mesir berduyun-duyun menarik tabungan mereka, setelah bank Central meminjamkan uang dengan jumlah fantastis kepada pemerintahan kudeta. Kerugian 1 bulan setelah kudeta ditaksir lebih dari 150 Milyar Pound Mesir. Bahkan Menkeu Mesir mengatakan, utang pemerintah mencapai 94 % dari cadangan devisa Mesir.
Junta militer As-Sisi benar-benar gigit jari. Perhitungannya salah besar. Diprediksi banyak pihak, kudeta di Mesir gagal total.
Junta militer terlalu percaya diri. Terutama dukungan dana berlimpah dari UAE, Kuwait dan KSA. Namun limpahan dana ini tak berarti apa-apa, saat masyarakat melakukan aksi pembangkangan sipil secara ekonomi.

Sabtu, 03 Agustus 2013

Hasan Qabbani: Kini Saatnya Ada Mandat untuk Menggantung As-Sisi

“Pemberian mandat” saat ini menjadi kata yang tertuduh dalam peristiwa pembantaian di beberapa tempat. Mulai dari Mabes Garda Militer hingga Rab’a Adawiyah.
Kata inilah yang telah membuat  As-Sisi beraksi tanpa ada sandaran hukum. Dia bebas melakukan apa saja dengan bermodal “mandat rakyat” dan kaca mata hitam yang menutup kemunafikannya.
Saat ini kata yang sama diberikan kepada departemen yang berlumuran darah untuk mengambil tindakan keras mengakhiri demonstrasi, demi kenyamanan dan keamanan publik.
Rupanya kata ini lebih manjur daripada 5 event pemberian mandat rakyat yang konstitutif dan terukur, yaitu pemilu dan referendum. Mursi lah orang yang telah mendapat mandat rakyat dengan kewenangan yang jelas, konstitutif, dan revolusioner.

Koalisi Pelaku Kudeta di Mesir Mulai Pudar

Mafia-mafia pelaku kudeta, satu persatu sudah menampakkan kegelisahan. Pertanda, firman Allah sangat tepat ketika berfirman, "Engkau sangka mereka bersatu, padahal hati mereka berpecah-­belah. Yang demikian itu ialah karena mereka itu adalah kaum yang tidak berakal." (Al-Hasyr: 17)
Ya, mereka nampak bersatu padu, apik bekerjasama, demi melengserkan Moursi dari mandat rakyat yang sah. Namun saat Moursi sudah dikudeta, mafia-mafia itu pun tak kuasa hati untuk menutupi "syahwat serakah" terhadap kekuasaan.
Tengoklah kicauan Elbaradai, Wapres Bidang Luar Negeri di akun twitternya ia mengancam Letjen As-Sisi untuk menghentikan propaganda media yang ditenggarai memperburuk citra dirinya. Elbaradai menekan As-Sisi untuk kembali tampil terdepan menghadapi Islamis (proMoursi), setelah hari kemarin (2/8/13), As-Sisi menyerahkan mandat kepada kepolisian di bawah kemendagri.

Senin, 29 Juli 2013

Basim Khafaji: As-Sisi Juga Mengkudeta Otak Kudeta

Kairo. Dalam akun facebooknya, Basim Khafaji menuliskan:
Peperangan saat ini tidak hanya antara kudeta dan pemerintah sah. Tapi juga antara kebebesan dan penindakan represif; antara aspirasi rakyat dan kekejaman militer.
Saat ini, salah satu kehebatan Mesir adalah adanya militer yang solid, rakyat yang mudah terseret perang saudara, dan adanya kelompok-kelompok kuat yang solid. Cara menghancurkan ketiga-tiganya adalah dengan mengadunya.
Kudeta yang terjadi di Mesir sebenarnya sudah dirancang jauh hari. Aktor intelektualnya menginginkan Presiden Mursi digantikan dengan pemimpin yang bisa melayani kepentingan Barat.
Namun sekarang, As-Sisi telah memanfaatkan kesempatan ini untuk tampil sendirian. Sehingga saat ini terjadi pertarungan sengit behind the scene.
Diktatorisme As-Sisi telah menghancurkan impian deep government yang merancang penggulingan Mursi. Di manakah sekarang Shabbahi, Amru Musa, dan sebagainya. Mereka sekarang dikeluarkan dari panggung.

Selasa, 23 Juli 2013

As-Sisi Menghadapi Gugatan Internasional


Kairo - Keluarga presiden terguling Mohamed Moursi berencana menggugat Kepala Staf Angkatan Bersenjata Mesir Jenderal Abdel Fattah al-Sisi atas tuduhan menculik seorang pemimpin negara terpilih. 
Shaimaa Mohamed Morsi, anak perempuan presiden terguling Moursi, berkata dalam satu jumpa pers bahwa keluarganya berencana mengambil langkah hukum di Mesir dan di luar negeri. 
"Kami tengah mengambil langkah-langkah hukum lokal dan internasional terhadap Abdel Fattah al-Sisi, pemimpin kudeta berdarah oleh militer dan kelompok pemberontaknya," kata dia.
Dia menyuarakan kekecewaannya atas diamnya organisasi-organisasi HAM dan masyarakat sipil atas kejahatan dari penculikan presiden yang sah telah dipilih pada pemilu tahun lalu. 

Sabtu, 20 Juli 2013

Penolakan Mengakui Kudeta di Mesir dan Dampaknya Bagi Kebijakan Luar Negeri AS

Sikap tidak mau menerima kenyataan biasanya berakhir buruk, dan kegagalan mengakui telah terjadi kudeta militer di Mesir bisa berdampak buruk bagi Mesir dan para pembuat kebijakan Barat.
Amerika Serikat diminta tegas mengakui bahwa pencopotan Morsi dan pengangkatan militer sebagai pemimpin Mesir jelas adalah kudeta. Situasi di Mesir saat ini bila tidak dikelola dengan baik, oleh militer dan pemerintah sementara, bisa membuat negara tersebut mengalami kemunduran selama setidaknya satu generasi, yang pada tataran praktis menambah panjang usia rezim otoriter di Mesir modern menjadi 60 tahun. Pada saat yang sama, ini akan memicu sentimen anti-Barat yang pada akhirnya dapat berubah menjadi ancaman keamanan yang besar.

Popular Posts