Tampilkan postingan dengan label Hamdi Shabahi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hamdi Shabahi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Agustus 2013

Rakyat Mesir Ramai-ramai Tarik Tabungannya dari Bank, Jenderal As-Sisi Mulai Frustasi

Nampaknya perjalanan para aktor kudeta Mesir yang digawangi oleh Jenderal Al Sisi, tidak lama lagi akan berakhir. Bantuan finansial yang berjumlah milyaran dollar untuk memuluskan program kudeta yang dikucurkan oleh Saudi Arabia, Emirates dan Kuwait semakin tidak berarti lagi.
Apalagi setelah Hamdeen Sabahy calon presiden dari kelompok sekularis liberal Mesir, semakin anti pati kepada Jenderal Al Sisi, setelah mengetahui jenderal tersebut akan ikut mencalonkan diri juga dalam Pilpres Mesir mendatang. Hal ini sedikit banyak telah mulai menggoyahkan aliansi pelaku kudeta, yang dari awal sudah terlihat jelas, jika masing-masing mereka hanya membawa kepentingan kelompok dan golongannya saja.

Senin, 29 Juli 2013

Basim Khafaji: As-Sisi Juga Mengkudeta Otak Kudeta

Kairo. Dalam akun facebooknya, Basim Khafaji menuliskan:
Peperangan saat ini tidak hanya antara kudeta dan pemerintah sah. Tapi juga antara kebebesan dan penindakan represif; antara aspirasi rakyat dan kekejaman militer.
Saat ini, salah satu kehebatan Mesir adalah adanya militer yang solid, rakyat yang mudah terseret perang saudara, dan adanya kelompok-kelompok kuat yang solid. Cara menghancurkan ketiga-tiganya adalah dengan mengadunya.
Kudeta yang terjadi di Mesir sebenarnya sudah dirancang jauh hari. Aktor intelektualnya menginginkan Presiden Mursi digantikan dengan pemimpin yang bisa melayani kepentingan Barat.
Namun sekarang, As-Sisi telah memanfaatkan kesempatan ini untuk tampil sendirian. Sehingga saat ini terjadi pertarungan sengit behind the scene.
Diktatorisme As-Sisi telah menghancurkan impian deep government yang merancang penggulingan Mursi. Di manakah sekarang Shabbahi, Amru Musa, dan sebagainya. Mereka sekarang dikeluarkan dari panggung.

Kamis, 04 Juli 2013

Hikmah dan Tabir Yang Terkuak Di Balik Kudeta Mursi


Suatu hari Imam Hasan Al-Banna ditanya, “Mengapa Anda mengalah dan tidak melakukan balas dendam, saat mujahidin IM DIJEBLOSKAN ke penjara dan dihukum gantung saat pulang dari medan jihad Palestina?”
Beliau menjawab, “Sangat mudah bagi kami melakukan kudeta dan menggantikan penguasa. Tapi, kami melihat negara-negara sekitar Mesir tidak siap menerima kenyataan jika kami yang mengkudeta.”
Saya optimis, IM akan kembali menjadi pihak yang paling dirugikan. Saat ini penangkapan marak dilakukan. Namun, IM sukses membuka kedok di balik semua tabir yang setahun lalu tertutup. Tabir yang tersingkap itu adalah;

Popular Posts