Dini hari ini dunia internasional dikejutkan dengan berita upaya kudeta terhadap Erdogan oleh sekelompok faksi dalam militer Turki.
Sekelompok faksi dalam militer Turki ini muncul di Televisi dan mengklaim telah mengambil alih negara dan pemerintahan serta mengklaim ingin mengembalikan konstitusi, hak asasi manusia, kebebasan, hukum dan keamanan nasional.
Reaksi internasional terhadap insiden ini adalah dukungan penuh para pemimpin internasional terhadap pemerintah yang dipilih secara demokratis. Tidak kurang Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menyuarakan hal ini.
Begitu pula Mantan Presiden Turki Abdullah Gul menyerukan pengkudeta untuk kembali ke barak militernya dan Mantan Perdana Menteri Ahmet Dovutoglu yang baru-baru ini turun dengan lantang menyatakan bahwa “Turki adalah Demokrasi!”
Beberapa jam setelah pengumuman kudeta, Erdogan menyerukan rakyat turun ke jalan dan menolak kudeta. Ia pun kembali ke bandara Istanbul sementara menyatakan bahwa ia tidak akan pergi melainkan bertahan serta akan menghukum faksi pengkudeta tersebut.

