Tampilkan postingan dengan label Al Hirriyah wa Al Adalah (FJP). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al Hirriyah wa Al Adalah (FJP). Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Juli 2013

Perwira Pembantaian Subuh Bunuh Diri

Mesir.  Media-media Mesir sedang ramai membicarakan tentang kasus bunuh diri sniper Garda Republik yang bertanggung jawab membantai para demonstran saat mereka sedang shalat subuh.
Dalam reportase disebutkan kesaksian ‘Alya Muhammad Ali (26 tahun) istri Kapten Samih Adli Mahmud memberikan laporan ke kantor polisi Nasr City. ‘Alya menyebutkan, Selasa pagi dirinya terbangunkan oleh suara letusan senjata api. Dia mengira suara itu berasal dari perumahan perwira dekat rumahnya di Distrik 10. Namun alangkah kagetnya, karena suara itu bersumber dari dalam rumahnya. Didapati suaminya sudah bersimbah darah, dan terlihat luka tembakan di kepalanya.
‘Alya menerangkan bahwa suaminya tergabung dalam kesatuan Sha’iqah. Suaminya tidak pulang rumah selama dua pekan. Melalui telepon suaminya mengabarkan bawa sedang dalam tugas khusus. Ketika pulang, terjadi perubahan perangai yang sangat mencolok, selain tidak memakai seragam militer seperti biasanya.

Sabtu, 20 Juli 2013

Penolakan Mengakui Kudeta di Mesir dan Dampaknya Bagi Kebijakan Luar Negeri AS

Sikap tidak mau menerima kenyataan biasanya berakhir buruk, dan kegagalan mengakui telah terjadi kudeta militer di Mesir bisa berdampak buruk bagi Mesir dan para pembuat kebijakan Barat.
Amerika Serikat diminta tegas mengakui bahwa pencopotan Morsi dan pengangkatan militer sebagai pemimpin Mesir jelas adalah kudeta. Situasi di Mesir saat ini bila tidak dikelola dengan baik, oleh militer dan pemerintah sementara, bisa membuat negara tersebut mengalami kemunduran selama setidaknya satu generasi, yang pada tataran praktis menambah panjang usia rezim otoriter di Mesir modern menjadi 60 tahun. Pada saat yang sama, ini akan memicu sentimen anti-Barat yang pada akhirnya dapat berubah menjadi ancaman keamanan yang besar.

Jumat, 05 Juli 2013

Mengupas Kronologi Kudeta Militer atas Presiden Mesir


Kudeta atas Dr. Muhammad Mursi, presiden sipil Mesir pertama yang terpilih secara sah lewat jalur demokrasi, menjadi topik ter hangat di berbagai media hari ini. Sebuah kenyataan dan kejutan besar bagi perpolitikan Mesir karena perubahan yang begitu cepat. Kudeta tersebut terjadi hanya dalam tempo 48 jam sejak pesan ultimatum Dewan Militer untuk menyelesaikan huru-hara politik yang terjadi di jalanan Mesir.
Tak ada yang mengira akhirnya Dewan Militer yang sebelumnya dilantik oleh Mursi menjadi bumerang yang mendepaknya dari kursi kepresidenan. Bahkan sebelumnya tidak tercium bau ‘konflik’ antara kepresidenan dan militer. Beberapa saat setelah pernyataan dewan militer (1/7), Menteri Pertahanan Jendral Al Sisi, Presiden Mursi dan PM Hisham Kandil masih sempat bertemu dan diskusi. 
Ada apa antara Mursi dan Al Sisi serta hubungannya dengan kudeta bernuansa ‘pengkhianatan’ ini ?

Popular Posts