Tampilkan postingan dengan label Barack Obama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Barack Obama. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 September 2013

Penembakan Massal di Markas Militer AS, 13 Tewas


WASHINGTON _ Aksi penembakan massal terjadi di Kota Washington, Amerika Serikat (AS). Aksi kali ini cukup mengejutkan karena yang menjadi sasaran adalah markas Angkatan Laut AS, The Navy Yard.
Setidaknya 13 orang tewas dalam peristiwa ini. Korban jiwa termasuk si pelaku bernama Aaron Alexis. Pelaku merupakan seorang mantan tentara yang bekerja sebagai kontraktor militer AS. Belum diketahui apa motif dari penembakan yang dilakukan Alexis.
Pihak keamanan menyebutkan, Alexis memasuki wilayah The Navy Yard dengan kartu identitas palsu. Dia melakukan penembakan menggunakan senapan serbu bertipe AR-15.
"Dia tiba-tiba masuk dan mulai menembak," ujar petugas militer AS, Todd Brundidge, seperti dikutip News.com.au, Selasa (17/9/2013).
Pemerintah AS merespons keras aksi penembakan ini. Presiden Barack Obama menyebut Alexis sebagai seorang pengecut.

Sabtu, 20 Juli 2013

Penolakan Mengakui Kudeta di Mesir dan Dampaknya Bagi Kebijakan Luar Negeri AS

Sikap tidak mau menerima kenyataan biasanya berakhir buruk, dan kegagalan mengakui telah terjadi kudeta militer di Mesir bisa berdampak buruk bagi Mesir dan para pembuat kebijakan Barat.
Amerika Serikat diminta tegas mengakui bahwa pencopotan Morsi dan pengangkatan militer sebagai pemimpin Mesir jelas adalah kudeta. Situasi di Mesir saat ini bila tidak dikelola dengan baik, oleh militer dan pemerintah sementara, bisa membuat negara tersebut mengalami kemunduran selama setidaknya satu generasi, yang pada tataran praktis menambah panjang usia rezim otoriter di Mesir modern menjadi 60 tahun. Pada saat yang sama, ini akan memicu sentimen anti-Barat yang pada akhirnya dapat berubah menjadi ancaman keamanan yang besar.

Rabu, 10 Juli 2013

Amerika Serikat Biayai Penggulingan Mursi


KAIRO -- Presiden Mesir yang terpilih lewat pemilihan demokrasi, Muhammad Mursi dengan mudah digulingkan dari kursi presiden lewat kudeta militer pekan lalu. Amerika Serikat (AS) dituduh berada di balik penggulingan itu setelah puluhan dokumen mengungkap aliran uang dari negara itu kepada kelompok di Mesir untuk menekan agar presiden digulingkan.Dalam laporan Al-Jazeera, Rabu (10/7), peninjauan pada puluhan dokumen pemerintah federal AS menunjukkan Washington diam-diam mendanai tokoh oposisi senior Mesir yang menyerukan penggulingan Muhammad Mursi.Dokumen yang diperoleh dari Dokumen Pelaporan Investigasi UC Berkeley menunjukkan dana disalurkan melalui program Departemen Luar Negeri untuk mempromosikan demokrasi di kawasan Timur Tengah.

Kamis, 28 Februari 2013

Perubahan Selalu Bising: 'BJB Case & Thariq bin Ziyad'



“Change will not come if we wait for some other person, or if we wait for some other time. We are the ones we’ve been waiting for. We are the change that we seek.” (Barack Obama)

Tak dapat disangkal, saat ini banyak orang menyenangi kata “perubahan”. Tapi apakah mereka mengerti konsekuensi-konsekuensi dari perubahan? Rasanya belum tentu. Masih banyak orang yang berpikir change atau perubahan adalah “ganti orang” atau ganti pimpinan. Maka tak aneh bila kata “perubahan” bukan cuma laku dalam dunia usaha, melainkan juga dalam pilkada atau pemilu.

Popular Posts