Tampilkan postingan dengan label Prabowo Subianto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prabowo Subianto. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Juni 2019

Kursi DPR 2019-2024: DPR Dipimpin PDI-P, Golkar, Gerindra, PKB, dan Nasdem, Ini Jumlah Kursinya



KURSI DPR 2019-2024: 
DPR Dipimpin PDI-P, Golkar, Gerindra, PKB, dan Nasdem, Ini Jumlah Kursinya

TRIBUN-MEDAN.COM - Rekapitulasi suara Pemilu 2019 masih berlangsung untuk menentukan siapa yang berhak menduduki 575 kursi DPR RI 2019-2024. Namun perkiraan jumlah perolehan kursi masing-masing fraksi di DPR 2019-2014 sudah tergambar.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memprediksi partainya akan memperoleh 133 kursi di DPR periode 2019-2024. Hal itu disampaikan Hasto berdasarkan data hitung cepat Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) PDI-P.
  • "Dari jumlah kursi, PDI-P perkirakan dari data yang kami kumpulkan, berdasarkan quick count, real count, data KPU, itu 133 kursi. Ini adalah kenaikan dari 109 kursi. Itu sekitar 23 persen," ujar Hasto di Kantor DPP PDI-P, Menteng, Jakarta, Rabu (8/5/2019).

Sabtu, 30 Maret 2019

Prabowo, Uber Alles, Indonesian First: catatan atas debat ke empat



(Dr. Syahganda Nainggolan, Sabang Merauke Circle)

Prabowo, "Uber Alles", Idonesia di atas segalanya, "Indonesian First", mengutamakan Indonesia. Tentu di bawah kekuasaan Allah. Beberapa kawan2 menjapri saya bahwa malam ini kepuasaan mereka terhadap debat sudah tercapai, Prabowo top. Aslinya Prabowo yang tegas, tajam visioner terlihat nyata.

Senin, 19 Mei 2014

Kivlan dan Prabowo Dukung Habibie, Cegah Benny Jadi Presiden


Mayjen (Purn) Kivlan Zein gusar. Dia merasa kok sepertinya dirinya dan Letjen (Purn) Prabowo Subianto ditulis BJ Habibie sebagai orang yang tidak mendukungnya naik menjadi presiden. 
Padahal, dari awal keduanya mendukung Habibie dan berusaha mencegah Jenderal Benny Moerdani menjadi presiden. 
"Saya kupas nanti bagaimana Habibie bisa menjadi wapres, kemudian menjadi presiden, supaya dia tahu kita back up dia. 
Agar kita tahu mengapa dia mengambil keputusan seperti itu terhadap kita dan Prabowo yang mendukung dia. Tapi, mengapa Habibie tak berdaya untuk membela kita. Tapi saya bilang, kalau tak berdaya membela kita janganlah pula kita ditendang begitu," kata Kivlan. 
Pernyataan Kivlan ini disampaikan dalam diskusi Kontroversi Mei 98 di Institute for Policy Studies, di Jl. Penjernihan IV No 8, Jakarta, Selasa (3/10/2006) kemarin. Diskusi ini digelar secara tidak langsung menanggapi buku 'Detik-detik yang Menentukan' tulisan Habibie. 
Menurut dia, peristiwa jatuhnya Soeharto dan naiknya Habibie menjadi presiden, sebenarnya merupakan pertarungan antara kanan dan kiri. "Yang kiri itu Kristen, yang kanan itu Islam. Ada yang mengatakan kiri itu nasionalis, yaitu kubu Benny Moerdani dan Pak Harto," ujar Kivlan yang sudah biasa ceplas-ceplos itu. 

Popular Posts