Tampilkan postingan dengan label Adli Mansour. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adli Mansour. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Agustus 2013

Koalisi Pelaku Kudeta di Mesir Mulai Pudar

Mafia-mafia pelaku kudeta, satu persatu sudah menampakkan kegelisahan. Pertanda, firman Allah sangat tepat ketika berfirman, "Engkau sangka mereka bersatu, padahal hati mereka berpecah-­belah. Yang demikian itu ialah karena mereka itu adalah kaum yang tidak berakal." (Al-Hasyr: 17)
Ya, mereka nampak bersatu padu, apik bekerjasama, demi melengserkan Moursi dari mandat rakyat yang sah. Namun saat Moursi sudah dikudeta, mafia-mafia itu pun tak kuasa hati untuk menutupi "syahwat serakah" terhadap kekuasaan.
Tengoklah kicauan Elbaradai, Wapres Bidang Luar Negeri di akun twitternya ia mengancam Letjen As-Sisi untuk menghentikan propaganda media yang ditenggarai memperburuk citra dirinya. Elbaradai menekan As-Sisi untuk kembali tampil terdepan menghadapi Islamis (proMoursi), setelah hari kemarin (2/8/13), As-Sisi menyerahkan mandat kepada kepolisian di bawah kemendagri.

Rabu, 10 Juli 2013

Kudeta, Menjadikan Mursi Manusia Setengah Dewa


Tidak ada maksud mendewakan Presiden Moursi. Tidak ada pula mengkultuskannya. Anggota IM di Mesir, bahkan tidak ada yang melakukan cap jempol darah. Walau mereka siap mengorbankan nyawa, demi terjaganya Islam dari kejahilan musuhnya. Kebetulan kini yang menjadi episentrumnya adalah Presiden Moursi.
Setelah 6 hari kudeta, warga Mesir yang mendukung kudeta baru menyadari, betapa bernilainya sosok Presiden Moursi.
Setelah 6 hari kudeta, warga Mesir dihadapkan pada pemotongan anggaran untuk kesejahteraan dari 10% di era Mubarak kemudian ditingkatkan di era Moursi menjadi 15%, dan pasca kudeta dikembalikan ke 10%.
Setelah 6 hari kudeta, pabrik-pabrik roti yang memproduksi roti dengan kualitas buruk yang di era Moursi ditutup, kembali dibuka dan diizinkan beroperasi kembali oleh pemerintahan Adli Mansour.
Setelah 6 hari kudeta, proyek mercusuar Kanal Suez yang akan mendatangkan devisa lebih dari 100 milyar dollar dibatalkan. UAE kembali berpesta, karena saingan Port Dubai International tidak jadi dibangun. Israel pun bergembira, karena ancaman Kanal Suez baik secara ekonomi maupun militer tidak terjadi.

Popular Posts