Tampilkan postingan dengan label Rabi'ah Adawiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rabi'ah Adawiyah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Agustus 2013

Jenderal As Sisi Bunuh Anggota Keluarganya Sendiri

Jenderal Abdul Fattah As Sisi tidak dianggap sebagai anggota keluarganya lagi menyusul kematian salah satu kerabatnya dalam pembantaian Rabi’ah Al Adawiyah 14 Agustus lalu.
Adalah Hazim Luthfi Abdul Aziz Abdur Rahman As Sisi, anggota keluarga yang menyatakan pemutusan hubungan keluarga tersebut setelah meninggalnya Khalid Luthfi As Sisi, 46 tahun, seorang insinyur yang tewas dalam serangan pasukan keamanan.
Hazem mengatakan bahwa As Sisi adalah pembunuh dan pengkhianat. Ia yakin bahwa As Sisi akan dihukum atas tindakannya meskipun keadilan akan datang dalam jangka waktu yang lama, demikian juga Menteri Dalam Negeri Muhammad Ibrahim.

Sabtu, 17 Agustus 2013

Keluarga Beberapa Menteri Kabinet Bablawi Mulai Melarikan Diri

Mesir. Keluarga beberapa menteri kabinet Bablawi mulai melarikan diri ke luar negeri. Hal itu setelah beberapa menteri dijadikan sebagai tahanan rumah karena mengajukan pengunduran diri mereka setelah terjadinya pembantaian Rab’ah dan Nahdhah.

Hal ini disebutkan oleh akun facebook resmi pendukung Presiden Mursi mengambilnya dari sumber yang bisa dipercaya di airport Kairo.

Keluarga-keluarga tersebut meninggalkan Mesir menuju beberapa negara Eropa dan Arab, hari Jumat kemarin. Kepergian mereka ini terjadi beberapa jam setelah tersiar kabar bahwa banyak menteri yang menjadi tahanan rumah akibat rencana mengundurkan diri. (msa/sbb/dkw)

Redaktur: Saiful Bahri

Sumber:

http://www.dakwatuna.com/2013/08/17/38098/keluarga-beberapa-menteri-kabinet-bablawi-mulai-melarikan-diri/#axzz2cH5PAHce

http://www.dakwatuna.com/2013/08/17/38098/keluarga-beberapa-menteri-kabinet-bablawi-mulai-melarikan-diri/#ixzz2cH5cxs2E

Jumat, 16 Agustus 2013

Kecurigaan Uskup Makarius Terhadap Aksi Perusakan Gereja

Mesir.  Melalui sambungan telepon dengan stasiun televisi NEWS, Uskup Makarius di propinsi Almenya menyatakan kecurigaannya tentang aksi perusakan gereja di tempatnya.
Beberapa kecurigaan itu misalnya, waktu perusakan dimulai bersamaan dengan aksi pembubaran paksa demonstran di Rab’ah dan Nahdhah, yaitu Rabu pagi. Sehingga mengesankan bahwa perusakan itu sudah direncanakan berhubungan dengan pembubaran paksa para demonstran.
Selain itu, tidak ada pihak kepolisian yang mengamankan lokas-lokasi tersebut. Ketika terjadi perusakan, pihak gereja telah menghubungi kepolisian untuk mengamankan. namun disayangkan, kepolisian meminta maaf tidak bersedia datang memenuhi permintaan tolong tersebut.
Beberapa hari setelah kejadian, pihak gereja mengajukan protes kepada depdagri dan perdana menteri. Pihak-pihak tersebut memohon maaf, dan berjanji akan memperkuat pengamanan. Namun hingga saat ini janji tersebut tidak ada kenyataannya.

Sabtu, 03 Agustus 2013

Hasan Qabbani: Kini Saatnya Ada Mandat untuk Menggantung As-Sisi

“Pemberian mandat” saat ini menjadi kata yang tertuduh dalam peristiwa pembantaian di beberapa tempat. Mulai dari Mabes Garda Militer hingga Rab’a Adawiyah.
Kata inilah yang telah membuat  As-Sisi beraksi tanpa ada sandaran hukum. Dia bebas melakukan apa saja dengan bermodal “mandat rakyat” dan kaca mata hitam yang menutup kemunafikannya.
Saat ini kata yang sama diberikan kepada departemen yang berlumuran darah untuk mengambil tindakan keras mengakhiri demonstrasi, demi kenyamanan dan keamanan publik.
Rupanya kata ini lebih manjur daripada 5 event pemberian mandat rakyat yang konstitutif dan terukur, yaitu pemilu dan referendum. Mursi lah orang yang telah mendapat mandat rakyat dengan kewenangan yang jelas, konstitutif, dan revolusioner.

Sabtu, 13 Juli 2013

Mantan Petinggi Tamarrud berbalik arah Tolak Kudeta dan Bongkar Permainan 'Krisis Bensin


Beberapa hari belakangan keretakan di tubuh oposisi pro kudeta terlihat begitu mencolok. Koalisi oposisi gerakan Tamarrud, Front Penyelamat Nasional (NSF) dan beberapa faksi yang tadinya merestui penggulingan Mursi mulai bertikai pasca pengambilan kebijakan dan 'bagi-bagi kekuasaan' yang ternyata hanya menguntungkan militer dan kroni-kroni Mubarak. 
Hal ini menyebabkan satu persatu pendukung kudeta mulai menarik diri. Ada yang masih mencoba negosiasi dan sebagiannya menyatakan bergabung dengan massa Rabea el Adawea, mendukung kembalinya Mursi karena merasa telah dicurangi. Revolusi telah dicuri. 
Hari ini salah seorang mantan petinggi Tamarrud muncul di podium utama Rabea el Adawea dan memberikan orasi di depan jutaan massa menolak kudeta militer. Dia yang tadinya mendukung kudeta balik mendukung legitimasi rakyat. 

Selasa, 09 Juli 2013

Satu Juta Demonstran Pendukung Mursi Sholat Tarawih di Rabi’ah Adawiyah


KAIRO - Meski puluhan orang telah syahid dibantai junta militer saat shalat Subuh (Senin, 8/7), jumlah demonstran pendukung Presiden Muhammad Mursi tidak berkurang. Saat malam Ramadhan pertama tiba, Selasa (9/7) waktu setempat, sekitar satu juta demonstran menggelar shalat tarawih berjamaah di Rabi’ah Adawiyah, yang sudah sepekan ini menjadi markaz demonstran.

Basis demonstrasi pendukung Presiden Mursi itupun berubah menjadi lautan mushallin (orang-orang yang shalat) yang memanjang hingga puluhan kilometer memenuhi jalan-jalan utama di sekitarnya. Mempertimbangkan jumlahnya, jamaah tarawih pendukung Mursi ini merupakan jamaah tarawih terbesar kedua setelah jamaah tarawih Masjidil Haram atau terbesar ketiga setelah jamaah tarawih Masjid Nabawi. 

Jumat, 05 Juli 2013

Mengupas Kronologi Kudeta Militer atas Presiden Mesir


Kudeta atas Dr. Muhammad Mursi, presiden sipil Mesir pertama yang terpilih secara sah lewat jalur demokrasi, menjadi topik ter hangat di berbagai media hari ini. Sebuah kenyataan dan kejutan besar bagi perpolitikan Mesir karena perubahan yang begitu cepat. Kudeta tersebut terjadi hanya dalam tempo 48 jam sejak pesan ultimatum Dewan Militer untuk menyelesaikan huru-hara politik yang terjadi di jalanan Mesir.
Tak ada yang mengira akhirnya Dewan Militer yang sebelumnya dilantik oleh Mursi menjadi bumerang yang mendepaknya dari kursi kepresidenan. Bahkan sebelumnya tidak tercium bau ‘konflik’ antara kepresidenan dan militer. Beberapa saat setelah pernyataan dewan militer (1/7), Menteri Pertahanan Jendral Al Sisi, Presiden Mursi dan PM Hisham Kandil masih sempat bertemu dan diskusi. 
Ada apa antara Mursi dan Al Sisi serta hubungannya dengan kudeta bernuansa ‘pengkhianatan’ ini ?

Selasa, 02 Juli 2013

Pendukung Mursi melebihi 26 juta


Kairo.  Dua hari telah berlalu, nampaknya Mesir belum sepi dengan gerakan tamarrud-tajarrud nya. Orasi jubir resmi kepresidenan dan orasi panglima militer pun belum memberikan pencerahan bagi rakyat Mesir. Bukan hanya pihak kontra-Mursi saja yang bertahan, tapi pihak yang pro-Mursi pun tetap bertahan bahkan massanya semakin bertambah. Kawasan Rab’ah Adawea yang menjadi pusat utama massa pendukung Mursi rupanya semakin sesak dan padat, karena tempat ini diduduki lebih dari dua puluh enam juta orang. Sampai saat ini massa pendukung Mursi semakin bertambah bukan hanya di satu titik tapi juga mereka menjalar ke beberapa titik.

Popular Posts