Tampilkan postingan dengan label Eropa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Eropa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 September 2013

Makin Ragu akan Agamanya, Malcolm Masuk Islam


MENGAPA seorang anak muda berhaluan kiri dari salah satu negara di dunia yang paling sekuler dan liberal memilih untuk menjadi seorang Muslim yang shaleh?
Malcom adalah seorang guru musik di Stockholm, Swedia. Sepanjang hidupnya, ia selalu mencari kebenaran dari agama.
“Saya tidak pernah meragukan keyakinan saya,” katanya kepada saat kunjungannya ke Beirut suatu kali. “Rasanya saya seperti memiliki iman yang sama sepanjang waktu, tapi rasanya begitu rapi dirumuskan dalam Islam.”.
“Saya merasa sangat nyaman sebagai seorang Muslim …. Kita makhluk sosial dan kita ingin merasakan rasa memiliki,” katanya. “Jika tidak klan, mungkin sebagai suatu bangsa atau tim sepak bola. Bagi saya adalah baik untuk memiliki sesuatu yang dimiliki, tapi tidak dalam sebuah bangsa tertentu atau tim sepak bola.”
Tumbuh di tengah lingkungan mayoritas Protestan, Malcolm semakin hari semakin ragu tentang agama yang ia anut selama itu.
Ia mulai mempelajari agama-agama yang berbeda dan membaca teks filsafat. Dia merasa tertarik pada Islam dan terpesona oleh ajarannya, terutama ilmu pengetahuan yang ada dalam Islam.
Dia menggunakan internet untuk belajar tentang Islam dan Qur’an, menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer belajar bagaimana membaca Quran dan menghafal bagian-bagiannya.

Rabu, 28 Agustus 2013

KTT (Kebohongan Tingkat Tinggi)

Prof. Dr. Ahmad Raisuni, seorang ulama Maroko 
Berbohong, walaupun kecil, sudah termasuk dosa besar. Bahkan berbohong termasuk dosa yang paling dekat dengan kekafiran. Allah swt. berfirman :
“Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta.” [An-Nahl; 105].
Semakin besar isi dan akibatnya maka semakin besar dosanya. Rasulullah saw. Bersabda, 
“Ada tiga orang yang tidak disucikan, tidak dilihat oleh Allah swt. dan mendapatkan siksaan yang pedih di hari kiamat: orang tua yang berzina, raja yang berbohong, dan penanggung yang sombong.”

Sabtu, 17 Agustus 2013

Keluarga Beberapa Menteri Kabinet Bablawi Mulai Melarikan Diri

Mesir. Keluarga beberapa menteri kabinet Bablawi mulai melarikan diri ke luar negeri. Hal itu setelah beberapa menteri dijadikan sebagai tahanan rumah karena mengajukan pengunduran diri mereka setelah terjadinya pembantaian Rab’ah dan Nahdhah.

Hal ini disebutkan oleh akun facebook resmi pendukung Presiden Mursi mengambilnya dari sumber yang bisa dipercaya di airport Kairo.

Keluarga-keluarga tersebut meninggalkan Mesir menuju beberapa negara Eropa dan Arab, hari Jumat kemarin. Kepergian mereka ini terjadi beberapa jam setelah tersiar kabar bahwa banyak menteri yang menjadi tahanan rumah akibat rencana mengundurkan diri. (msa/sbb/dkw)

Redaktur: Saiful Bahri

Sumber:

http://www.dakwatuna.com/2013/08/17/38098/keluarga-beberapa-menteri-kabinet-bablawi-mulai-melarikan-diri/#axzz2cH5PAHce

http://www.dakwatuna.com/2013/08/17/38098/keluarga-beberapa-menteri-kabinet-bablawi-mulai-melarikan-diri/#ixzz2cH5cxs2E

Sabtu, 20 Juli 2013

Penolakan Mengakui Kudeta di Mesir dan Dampaknya Bagi Kebijakan Luar Negeri AS

Sikap tidak mau menerima kenyataan biasanya berakhir buruk, dan kegagalan mengakui telah terjadi kudeta militer di Mesir bisa berdampak buruk bagi Mesir dan para pembuat kebijakan Barat.
Amerika Serikat diminta tegas mengakui bahwa pencopotan Morsi dan pengangkatan militer sebagai pemimpin Mesir jelas adalah kudeta. Situasi di Mesir saat ini bila tidak dikelola dengan baik, oleh militer dan pemerintah sementara, bisa membuat negara tersebut mengalami kemunduran selama setidaknya satu generasi, yang pada tataran praktis menambah panjang usia rezim otoriter di Mesir modern menjadi 60 tahun. Pada saat yang sama, ini akan memicu sentimen anti-Barat yang pada akhirnya dapat berubah menjadi ancaman keamanan yang besar.

Popular Posts