Tampilkan postingan dengan label Al-Ikhwan Al-Muslimun (IM). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al-Ikhwan Al-Muslimun (IM). Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Agustus 2013

KTT (Kebohongan Tingkat Tinggi)

Prof. Dr. Ahmad Raisuni, seorang ulama Maroko 
Berbohong, walaupun kecil, sudah termasuk dosa besar. Bahkan berbohong termasuk dosa yang paling dekat dengan kekafiran. Allah swt. berfirman :
“Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta.” [An-Nahl; 105].
Semakin besar isi dan akibatnya maka semakin besar dosanya. Rasulullah saw. Bersabda, 
“Ada tiga orang yang tidak disucikan, tidak dilihat oleh Allah swt. dan mendapatkan siksaan yang pedih di hari kiamat: orang tua yang berzina, raja yang berbohong, dan penanggung yang sombong.”

Rabu, 21 Agustus 2013

Mulai Terkuak, Otak Pembakaran 60 Gereja Mesir

60 gereja di Mesir dilaporkan diserang, dirusak dan dibakar usai pembantaian ribuan pendukung Mursi pada 14 Agustus 2013. Umumnya, gereja yang diserang terletak di lembah sungai Nil.
Penyerangan terhadap gereja itu dijadikan alasan oleh militer bahwa pembantaian terhadap pendukung Presiden Mursi adalah demi perang melawan teror. Tetapi, siapakah sebenarnya pelaku dan otak penyerangan gereja-gereja tersebut?
Washingtonpost melaporkan, usai mengunjungi gereja-gereja yang terbakar dan mewawancarai aktivis dan pejabat dari perwakilan negara barat, terdapat tanda tanya apakah memang Ikhwanul Muslimin -yang disalahkan oleh pemerintahan kudeta- benar terlibat.
Tanda-tanda yang mencurigakan telah muncul sejak hari H. Pasukan keamanan yang seharusnya menjaga gereja justru tidak menempati pos yang seharusnya. Polisi terkesan membiarkan penyerangan terjadi. Di samping, tidak ada upaya sigifikan dari pihak yang berwenang untuk menghentikan kerusakan. Misalnya, pemadam kebakaran yang tidak responsif saat gereja tengah terbakar.

Minggu, 18 Agustus 2013

Membaca Sejarah Panjang Kekuasaan Militer di Mesir

Jangan sekali-kali melupakan sejarah 
-Ir. Soekarno, Presiden Pertama RI

SINAIOnline- Ungkapan populer presiden pertama Republik Indonesia ini perlu kita renungkan lagi untuk memahami apa yang sekarang terjadi di Mesir. Berikut adalah sejarah panjang kekuatan militer di bumi Mesir yang kami ambilkan dari kultwit seorang pengamat politik Timur Tengah, Kaisar El Rema.
Hingga sekarang, demonstran masih dikepung aparat di masjid Fath.
Berita aparat membebaskan demonstran yang dinukil Guntur Romli, dikutip dari Masr Youm. Media milik oligar konglomerat hitam. Bohong.
Beberapa demonstran yang terkepung itu gugur akibat gas air mata yang ditembakkan aparat ke dalam masjid. Ingat Holocaust ?

Selasa, 06 Agustus 2013

Rakyat Mesir Ramai-ramai Tarik Tabungannya dari Bank, Jenderal As-Sisi Mulai Frustasi

Nampaknya perjalanan para aktor kudeta Mesir yang digawangi oleh Jenderal Al Sisi, tidak lama lagi akan berakhir. Bantuan finansial yang berjumlah milyaran dollar untuk memuluskan program kudeta yang dikucurkan oleh Saudi Arabia, Emirates dan Kuwait semakin tidak berarti lagi.
Apalagi setelah Hamdeen Sabahy calon presiden dari kelompok sekularis liberal Mesir, semakin anti pati kepada Jenderal Al Sisi, setelah mengetahui jenderal tersebut akan ikut mencalonkan diri juga dalam Pilpres Mesir mendatang. Hal ini sedikit banyak telah mulai menggoyahkan aliansi pelaku kudeta, yang dari awal sudah terlihat jelas, jika masing-masing mereka hanya membawa kepentingan kelompok dan golongannya saja.

Senin, 05 Agustus 2013

As-Sisi Gigit Jari

Mulai esok hari, masyarakat dilarang menukarkan uang Pound Mesir ke mata uang asing (dollar). Media online memberitakan, rakyat Mesir berduyun-duyun menarik tabungan mereka, setelah bank Central meminjamkan uang dengan jumlah fantastis kepada pemerintahan kudeta. Kerugian 1 bulan setelah kudeta ditaksir lebih dari 150 Milyar Pound Mesir. Bahkan Menkeu Mesir mengatakan, utang pemerintah mencapai 94 % dari cadangan devisa Mesir.
Junta militer As-Sisi benar-benar gigit jari. Perhitungannya salah besar. Diprediksi banyak pihak, kudeta di Mesir gagal total.
Junta militer terlalu percaya diri. Terutama dukungan dana berlimpah dari UAE, Kuwait dan KSA. Namun limpahan dana ini tak berarti apa-apa, saat masyarakat melakukan aksi pembangkangan sipil secara ekonomi.

Sabtu, 03 Agustus 2013

Koalisi Pelaku Kudeta di Mesir Mulai Pudar

Mafia-mafia pelaku kudeta, satu persatu sudah menampakkan kegelisahan. Pertanda, firman Allah sangat tepat ketika berfirman, "Engkau sangka mereka bersatu, padahal hati mereka berpecah-­belah. Yang demikian itu ialah karena mereka itu adalah kaum yang tidak berakal." (Al-Hasyr: 17)
Ya, mereka nampak bersatu padu, apik bekerjasama, demi melengserkan Moursi dari mandat rakyat yang sah. Namun saat Moursi sudah dikudeta, mafia-mafia itu pun tak kuasa hati untuk menutupi "syahwat serakah" terhadap kekuasaan.
Tengoklah kicauan Elbaradai, Wapres Bidang Luar Negeri di akun twitternya ia mengancam Letjen As-Sisi untuk menghentikan propaganda media yang ditenggarai memperburuk citra dirinya. Elbaradai menekan As-Sisi untuk kembali tampil terdepan menghadapi Islamis (proMoursi), setelah hari kemarin (2/8/13), As-Sisi menyerahkan mandat kepada kepolisian di bawah kemendagri.

Sabtu, 20 Juli 2013

Penolakan Mengakui Kudeta di Mesir dan Dampaknya Bagi Kebijakan Luar Negeri AS

Sikap tidak mau menerima kenyataan biasanya berakhir buruk, dan kegagalan mengakui telah terjadi kudeta militer di Mesir bisa berdampak buruk bagi Mesir dan para pembuat kebijakan Barat.
Amerika Serikat diminta tegas mengakui bahwa pencopotan Morsi dan pengangkatan militer sebagai pemimpin Mesir jelas adalah kudeta. Situasi di Mesir saat ini bila tidak dikelola dengan baik, oleh militer dan pemerintah sementara, bisa membuat negara tersebut mengalami kemunduran selama setidaknya satu generasi, yang pada tataran praktis menambah panjang usia rezim otoriter di Mesir modern menjadi 60 tahun. Pada saat yang sama, ini akan memicu sentimen anti-Barat yang pada akhirnya dapat berubah menjadi ancaman keamanan yang besar.

Rabu, 10 Juli 2013

Kudeta, Menjadikan Mursi Manusia Setengah Dewa


Tidak ada maksud mendewakan Presiden Moursi. Tidak ada pula mengkultuskannya. Anggota IM di Mesir, bahkan tidak ada yang melakukan cap jempol darah. Walau mereka siap mengorbankan nyawa, demi terjaganya Islam dari kejahilan musuhnya. Kebetulan kini yang menjadi episentrumnya adalah Presiden Moursi.
Setelah 6 hari kudeta, warga Mesir yang mendukung kudeta baru menyadari, betapa bernilainya sosok Presiden Moursi.
Setelah 6 hari kudeta, warga Mesir dihadapkan pada pemotongan anggaran untuk kesejahteraan dari 10% di era Mubarak kemudian ditingkatkan di era Moursi menjadi 15%, dan pasca kudeta dikembalikan ke 10%.
Setelah 6 hari kudeta, pabrik-pabrik roti yang memproduksi roti dengan kualitas buruk yang di era Moursi ditutup, kembali dibuka dan diizinkan beroperasi kembali oleh pemerintahan Adli Mansour.
Setelah 6 hari kudeta, proyek mercusuar Kanal Suez yang akan mendatangkan devisa lebih dari 100 milyar dollar dibatalkan. UAE kembali berpesta, karena saingan Port Dubai International tidak jadi dibangun. Israel pun bergembira, karena ancaman Kanal Suez baik secara ekonomi maupun militer tidak terjadi.

Amnesty International Kecam Kebrutalan Militer Mesir


Kairo. Organisasi HAM Amnesty International mengecam penggunaan kekerasan yang dilakukan militer dan kepolisian Mesir terhadap para pendukung presiden Muhammad Mursi. Amnesty menyerukan militer untuk mengendalikan diri guna menghindari “bencana”.
Hal tersebut disampaikan Amnesty dua hari setelah sedikitnya 51 orang tewas dalam insiden di luar markas besar pasukan elit Garda Republik di Kairo, Mesir. Sebagian besar korban adalah para demonstran pro-Mursi.

Senin, 08 Juli 2013

Ramadhan akan jadi saksi Kemenangan Mursi

Kemungkinan Kudeta Mesir, menjadi Kudeta yang Gagal semakin terbuka peluangnya. Hal ini bisa terlihat dari beberapa point yang nampak. 
Pertama : Meluasnya Dukungan untuk Mursi, bukan sekedar dari kelompok Ikhwanul Muslimin, namun banyak dari kelompok2 masyarakat yang lain, bahkan dari kalangan yang tidak islami. Para tokoh Mesir tetap mendukung Mursi. Semua Hal ini bisa dilihat di sini dan dari  video Youtube ini. 
Kedua : Mulai Pecahnya Kongsi oposisi Islam, Sekuler liberal dan militer. Partai An Nuur pendukung Kudeta merasa telah dikhianati. Dan bahkan ada indikasi bahwa Militer akan Berjalan sendiri, meninggalkan para oposisi dan yg pro kudeta.

Kamis, 04 Juli 2013

Hikmah dan Tabir Yang Terkuak Di Balik Kudeta Mursi


Suatu hari Imam Hasan Al-Banna ditanya, “Mengapa Anda mengalah dan tidak melakukan balas dendam, saat mujahidin IM DIJEBLOSKAN ke penjara dan dihukum gantung saat pulang dari medan jihad Palestina?”
Beliau menjawab, “Sangat mudah bagi kami melakukan kudeta dan menggantikan penguasa. Tapi, kami melihat negara-negara sekitar Mesir tidak siap menerima kenyataan jika kami yang mengkudeta.”
Saya optimis, IM akan kembali menjadi pihak yang paling dirugikan. Saat ini penangkapan marak dilakukan. Namun, IM sukses membuka kedok di balik semua tabir yang setahun lalu tertutup. Tabir yang tersingkap itu adalah;

Senin, 23 Juli 2012

Allah Adalah Pemilik Kekuasaan

Tidak terbayang sebelumnya, Mubarak yang begitu berkuasa di Mesir selama puluhan tahun akhirnya harus menjalani hari-harinya dengan begitu tragis dibalik jeruji besi, setelah pengadilan Mesir menjatuhkan putusan pahit vonis seumur hidup kepadanya.
Ia masih beruntung, karena rakyat yang marah mengharapkan agar dia dijatuhi hukuman mati. Hal itu dianggap pantas karena ia membiarkan 850 warganya tewas dalam aksi menuntut revolusi pada tahun 2011 lalu. 

Rabu, 09 Mei 2012

Pengantar Musim Semi Revolusi Dunia Arab


Angin reformasi 98 berhembus dari Indonesia, negeri berpenduduk muslim terbesar di seluruh dunia ke kawasan Timur Tengah. Di Mulai dari Tunisia, Mesir, Maroko, Libya, Yaman, Suriah juga Saudi.
Tunisia hanya membutuhkan satu pekan untuk menggulingkan rezim Ben Ali dan dalam rentang waktu delapan bulan berikutnya mampu menyelenggarakan pemilu secara demokraris dan aman. Keluar sebagai pemenangnya adalah Hizbul Harakah An-Nahdhah, partai yang berafilisasi ke Jamaah Ikhwanul Muslimin.
Mesir mengikuti jejak berikutnya. Dalam rentang waktu delapan belas hari rezim Mubarak dilengserkan dalam peristiwa fenomenal 'Revolusi 25 Januari'. Dan hasil final pemilu legislatif dimenangkan oleh Hizbul Hurriyah wal Adalah, partai yang didirikan oleh Jamaah Ikhwanul muslimin.

Popular Posts