Kairo. Organisasi HAM Amnesty International mengecam penggunaan kekerasan yang dilakukan militer dan kepolisian Mesir terhadap para pendukung presiden Muhammad Mursi. Amnesty menyerukan militer untuk mengendalikan diri guna menghindari “bencana”.
Hal tersebut disampaikan Amnesty dua hari setelah sedikitnya 51 orang tewas dalam insiden di luar markas besar pasukan elit Garda Republik di Kairo, Mesir. Sebagian besar korban adalah para demonstran pro-Mursi.