Tampilkan postingan dengan label Protestan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Protestan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 September 2013

Makin Ragu akan Agamanya, Malcolm Masuk Islam


MENGAPA seorang anak muda berhaluan kiri dari salah satu negara di dunia yang paling sekuler dan liberal memilih untuk menjadi seorang Muslim yang shaleh?
Malcom adalah seorang guru musik di Stockholm, Swedia. Sepanjang hidupnya, ia selalu mencari kebenaran dari agama.
“Saya tidak pernah meragukan keyakinan saya,” katanya kepada saat kunjungannya ke Beirut suatu kali. “Rasanya saya seperti memiliki iman yang sama sepanjang waktu, tapi rasanya begitu rapi dirumuskan dalam Islam.”.
“Saya merasa sangat nyaman sebagai seorang Muslim …. Kita makhluk sosial dan kita ingin merasakan rasa memiliki,” katanya. “Jika tidak klan, mungkin sebagai suatu bangsa atau tim sepak bola. Bagi saya adalah baik untuk memiliki sesuatu yang dimiliki, tapi tidak dalam sebuah bangsa tertentu atau tim sepak bola.”
Tumbuh di tengah lingkungan mayoritas Protestan, Malcolm semakin hari semakin ragu tentang agama yang ia anut selama itu.
Ia mulai mempelajari agama-agama yang berbeda dan membaca teks filsafat. Dia merasa tertarik pada Islam dan terpesona oleh ajarannya, terutama ilmu pengetahuan yang ada dalam Islam.
Dia menggunakan internet untuk belajar tentang Islam dan Qur’an, menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer belajar bagaimana membaca Quran dan menghafal bagian-bagiannya.

Sabtu, 22 Juni 2013

Takjub pada Al-Qur'an, Wanita Jerman Ini Masuk Islam


Setelah masuk Islam, ia memiliki nama Aminah Amatullah. Aminah, berasal dari keluarga Protestan. Sebenarnya gadis yang tinggal di Hannover, Jerman, ini tidak merasa terlalu religius. Tetapi ia seperti menyadari ada yang salah dengan keyakinan yang dianut keluarga dan masyarakat umumnya. Dalam berdoa misalnya, Aminah tak mau berdoa kepada Yesus. Dan ia juga meyakini, berdoa bisa dilakukan di mana saja. Karenanya ia tidak merasa perlu datang ke gereja.
"Aku ketika berdoa ditujukan kepada Allah bukan Yesus. Aku juga tidak pernah ke gereja, karena itu tidak perlu," kenang Aminah seperti dikutip onislam.net, Selasa (18/6) lalu.

Popular Posts