Minggu, 19 Mei 2019

Lima Besar DPRD Prov Jawa Barat (Peraih Kursi Pimpinan DPRD)



2019-2024 (120 kursi)
1. Gerindra (25 kursi)
2. PKS (21 kursi)
3. PDIP (20 kursi)
4. Golkar (16 kursi)
5. PKB (12 kursi)

Jumat, 19 April 2019

TPS, Quick Count (QC) dan Real Count C1



Copas, bagus nih...

Gw akan ngasih kuliah singkat tentang disparitas hasil perhitungan Pilpres 2019. Kenapa kok bisa terjadi?

Either lo pendukung 01 atau pendukung 02 atau bahkan Golputers, silakan simak. 

Supaya lo semua bisa tau arah perdebatan luar biasa ini akan bermuara kemana. Dan pada titik apa nantinya akan ada konsolidasi.

Ready? Stay with me. Ini bakal panjang.

Sabtu, 30 Maret 2019

Prabowo, Uber Alles, Indonesian First: catatan atas debat ke empat



(Dr. Syahganda Nainggolan, Sabang Merauke Circle)

Prabowo, "Uber Alles", Idonesia di atas segalanya, "Indonesian First", mengutamakan Indonesia. Tentu di bawah kekuasaan Allah. Beberapa kawan2 menjapri saya bahwa malam ini kepuasaan mereka terhadap debat sudah tercapai, Prabowo top. Aslinya Prabowo yang tegas, tajam visioner terlihat nyata.

Sabtu, 02 Maret 2019

Islamku

(Dr. Syahganda Nainggolan, Sabang Merauke Circle)


Tahun lalu di Aula Timur ITB, saya diundang alumni Keluarga Mahasiswa Islam ITB, dalam peringatan ultah mereka ke 30. Munawar Kholil, yang sering dipanggil ustad menyebutkan kebanggaannya atas kehadiran saya pidato di sana. 

Saya pun bangga. 30an Tahun lalu itu mereka men cap saya Kafir. Kenapa mereka mencap saya Kafir? Karena memang pemikiran2 politik (kemahasiswaan) saya waktu itu sedikitpun tidak bersinggungan dengan AlQuran.

Mempelajari ilmu2 sosial ataupun agama bagi mahasiswa ITB (sains/teknik) tentu merupakan kegiatan minor. Boro2 lihat buku2 sosial, pelajaran minor aja seperti Pancasila, Civic dll biasanya tidak diminati.

Rabu, 27 Februari 2019

Umat Islam Ditakuti dengan HTI, Wahabi, dan Radikalisme



PWMU.CO – Umat Islam saat ini sedang ditakut-takuti dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Wahabi. Di samping itu sedang dipasung dengan istilah radikalisme. Pada sisi lain, umat Islam hendak dibutakan dari ancaman yang sesungguhnya yaitu komunisme.

Demikian benang merah pemikiran akal sehat yang bisa dipintal dari paparan Prof Dr Achmad Zahro, Guru Besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA), Prof Dr Aminuddin Kasdi, Guru Besar Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Drs Choirul Anam, mantan Ketua GP Ansor Jatim.

Senin, 25 Februari 2019

Ingatkan Jenderal TNI-Polri, Prabowo: Kekuasaanmu dari Rakyat!


Mojokerto - Capres Prabowo Subianto mengingatkan para jenderal TNI-Polri yang sedang berkuasa agar selalu membela kepentingan rakyat Indonesia. Menurut dia, pangkat dan jabatan para jenderal berasal dari rakyat. Bahkan, berbagai fasilitas yang dinikmati para jenderal semasa pendidikan juga dari uang rakyat.

Capres Prabowo Subianto

Prabowo membangun logika pidatonya itu dengan mengisahkan pengalaman masa mudanya menjadi prajurit TNI. Dia mengenang masa-masa berlatih sebagai prajurit di wilayah pedesaan dan pegunungan. Kala itu Prabowo muda mengaku menyaksikan langsung kehidupan para petani Indonesia yang sederhana, tapi berjasa terhadap TNI.

Kamis, 21 Februari 2019

Menunggu Aksi Pria Kaya Soleh Sandiaga Uno





Debat Jokowi dan Prabowo telah kita saksikan bersama. Lima tahun lalu kita telah menyaksikan keduanya berada di panggung yang sama. Kita semua tentu masih ingat dengan kata-kata, "bocor, bocor, bocor," atau "uangnya ada! uangnya ada!"

Sabtu, 05 Januari 2019

Kader-Kader PKS di Inggris Siap Menangkan Pemilu 2019



(London) -- Lebih dari 50 kader dari berbagai kota di Inggris mengikuti konsolidasi pemenangan Pemilu 2019 yang digelar pada akhir Desember 2018 yang diselenggarakan Pusat Informasi dan Pelayanan (PIP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Inggris.

Konsolidasi ditujukan untuk meningkatkan semangat ukhuwah Islamiyah dan memotivasi kader untuk memenangkan Pemilu 2019. Hadir di acara ini Muhammad Lili Nur Aulia yang mewakili DPP PKS. Nur Aulia secara khusus bertemu langsung dengan para kader di beberapa kota, seperti London dan Manchester.

Minggu, 30 Desember 2018

Apa Salah PKS ?


Banyak pihak yang salah kaprah dalam memandang Partai Keadilan Sejahtera (PKS), ada saja yang mencibir, tak suka keberadaan partai ini seakan-akan sebagai batu sandungan bagi partai lain. Sebuah partai dakwah yang amanah tak kenal lelah melayani rakyat. Keberpihakan PKS terhadap perbaikan nasib rakyat menjadi lebih baik, selalu diperjuangkan sebagai bentuk jihad, lalu mengapa PKS selalu disalahkan?



Kader PKS sedang menjahit baligho yang telah dirusak oleh oknum


Perobekan baligho, spanduk dan berbagai alat peraga kampanye dilenyapkan oleh orang yang tak bertanggungjawab. PKS menyayangkan fenomena tersebut terjadi dan meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini serta menindak tegas pelakunya.

“Kami sangat menyayangkan insiden perobekan baligho di dekat flyover pelangi Antapani-Kiaracondong sabtu malam (29/12/2018), karena negara kita adalah negara hukum, kami berharap pihak kepolisian bisa mengusut tuntas kasus ini,” ujar Tedy Rusmawan, Ketua Umum DPD PKS Kota Bandung.

Oknum yang tak suka dengan PKS, selalu saja menghembuskan isu receh prilaku korupsi tentang import daging yang menimpa kader PKS. Kasus fenomenal ini kerap dijadikan amunisi menembak PKS. Terbukti kasus tersebut sarat dengan permainan di pengadilan. Kader PKS tak terbukti menerima uang dari Ahmad Fathonah. Dan hal itu diakui sendiri oleh Ahmad Fathonah dalam persidangan.

Soal kader korupsi, teramat banyak data yang menyebutkan bahwa PKS berada di nomor buncit. Juara korupsi justru partai-partai besar.

PKS hanya jamaah manusia yang berusaha seoptimal mungkin mendekati kesucian malaikat untuk tak berbuat dosa dan disaat yang sama berusaha semaksimal mungkin menjauhi setan agar tak terjerumus dalam kesesatannya.

Inilah partai yang konsisten menjadi oposisi kritis kepada pemerintah dan terus menyuarakan kepentingan rakyat dan umat Islam. Inilah partai yang terus berjuang Bersama umat dan rakyat. Bersuara lantang soal Perppu Ormas, membersamai Aksi Bela Islam 411, 212 dan lainnya. Menolak kenaikan BBM dan importkomoditi pertanian. Inilah partai yang para kadernya rela merogoh koceknya sendiri untuk berjuang dalam dakwah politik, dari yang kaya hingga yang belum berkecukupan.
  • Bila Setuju, Pilihlah Kami
  • Bila Ragu, Pelajari Kami
  • Bila Simpati, Do’akan Kami
  • Bila Tidak Setuju, Kami akan Tetap berjuang untuk anda


http://bandung.pks.id/2018/12/apa-salah-pks.html

Popular Posts