Tampilkan postingan dengan label B.J. Habibie. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label B.J. Habibie. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Maret 2019

Islamku

(Dr. Syahganda Nainggolan, Sabang Merauke Circle)


Tahun lalu di Aula Timur ITB, saya diundang alumni Keluarga Mahasiswa Islam ITB, dalam peringatan ultah mereka ke 30. Munawar Kholil, yang sering dipanggil ustad menyebutkan kebanggaannya atas kehadiran saya pidato di sana. 

Saya pun bangga. 30an Tahun lalu itu mereka men cap saya Kafir. Kenapa mereka mencap saya Kafir? Karena memang pemikiran2 politik (kemahasiswaan) saya waktu itu sedikitpun tidak bersinggungan dengan AlQuran.

Mempelajari ilmu2 sosial ataupun agama bagi mahasiswa ITB (sains/teknik) tentu merupakan kegiatan minor. Boro2 lihat buku2 sosial, pelajaran minor aja seperti Pancasila, Civic dll biasanya tidak diminati.

Senin, 19 Mei 2014

Kivlan dan Prabowo Dukung Habibie, Cegah Benny Jadi Presiden


Mayjen (Purn) Kivlan Zein gusar. Dia merasa kok sepertinya dirinya dan Letjen (Purn) Prabowo Subianto ditulis BJ Habibie sebagai orang yang tidak mendukungnya naik menjadi presiden. 
Padahal, dari awal keduanya mendukung Habibie dan berusaha mencegah Jenderal Benny Moerdani menjadi presiden. 
"Saya kupas nanti bagaimana Habibie bisa menjadi wapres, kemudian menjadi presiden, supaya dia tahu kita back up dia. 
Agar kita tahu mengapa dia mengambil keputusan seperti itu terhadap kita dan Prabowo yang mendukung dia. Tapi, mengapa Habibie tak berdaya untuk membela kita. Tapi saya bilang, kalau tak berdaya membela kita janganlah pula kita ditendang begitu," kata Kivlan. 
Pernyataan Kivlan ini disampaikan dalam diskusi Kontroversi Mei 98 di Institute for Policy Studies, di Jl. Penjernihan IV No 8, Jakarta, Selasa (3/10/2006) kemarin. Diskusi ini digelar secara tidak langsung menanggapi buku 'Detik-detik yang Menentukan' tulisan Habibie. 
Menurut dia, peristiwa jatuhnya Soeharto dan naiknya Habibie menjadi presiden, sebenarnya merupakan pertarungan antara kanan dan kiri. "Yang kiri itu Kristen, yang kanan itu Islam. Ada yang mengatakan kiri itu nasionalis, yaitu kubu Benny Moerdani dan Pak Harto," ujar Kivlan yang sudah biasa ceplas-ceplos itu. 

Popular Posts