Sabtu, 16 Juli 2016

Faktor-Faktor di Balik Kegagalan Kudeta Terhadap Erdogan



Dini hari ini dunia internasional dikejutkan dengan berita upaya kudeta terhadap Erdogan oleh sekelompok faksi dalam militer Turki. 
Sekelompok faksi dalam militer Turki ini muncul di Televisi dan mengklaim telah mengambil alih negara dan pemerintahan serta mengklaim ingin mengembalikan konstitusi, hak asasi manusia, kebebasan, hukum dan keamanan nasional. 
Reaksi internasional terhadap insiden ini adalah dukungan penuh para pemimpin internasional terhadap pemerintah yang dipilih secara demokratis. Tidak kurang Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menyuarakan hal ini. 
Begitu pula Mantan Presiden Turki Abdullah Gul menyerukan pengkudeta untuk kembali ke barak militernya dan Mantan Perdana Menteri Ahmet Dovutoglu yang baru-baru ini turun dengan lantang menyatakan bahwa “Turki adalah Demokrasi!”
Beberapa jam setelah pengumuman kudeta, Erdogan menyerukan rakyat turun ke jalan dan menolak kudeta. Ia pun kembali ke bandara Istanbul sementara menyatakan bahwa ia tidak akan pergi melainkan bertahan serta akan menghukum faksi pengkudeta tersebut. 

Minggu, 15 Mei 2016

Iran tenggelam di rawa Suriah


Iran menderita kekalahan besar dalam pertempuran yang terjadi di Khan Tuman, wilayah sekitar Aleppo, beberapa hari lalu, menegaskan fakta bahwa Iran telah benar-benar tenggelam dalam rawa Suriah.
Ini adalah nasib yang sama bagi setiap pasukan pendudukan yang berusaha untuk mendapatkan kontrol atas negara lain dengan kekuatan militer, atau bahkan, dengan alasan yang diklaim Iran, untuk menanggapi permintaan rezim Suriah. Bukti terbaik dari ini adalah apa yang pernah dialami Rusia, mitra Iran dalam kejahatan terhadap rakyat Suriah. 
Rusia mengintervensi Afghanistan pada tahun 1979, pada masa Uni Soviet, dengan dalih yang sama, yaitu untuk menyelamatkan rezim komunis yang menyerukan Intervensi dan meminta perlindungan Rusia. 

Minggu, 13 Maret 2016

Permintaan Diputar Ulang di 20 Negara "Film Ketika Mas Gagah Pergi"


Satu lagi film karya sineas Tanah Air yang mengharumkan nama Indonesia. Dirilis perdana pada 21 Januari lalu, film "Ketika Mas Gagah Pergi" tak hanya mendapat permintaan diputar ulang di bioskop Indonesia namun juga 20 negara lainnya.



Hal tersebut diakui sendiri oleh sang produser, Tiana Rosa belum lama ini. Pada bulan Mei mendatang, Tiana akan membawa film yang dibintangi oleh Wulan Guritno dan Mathias Muchus itu tayang di luar negeri.

Minggu, 01 November 2015

Pemilu Turki, AKP Menang Mutlak Dengan Mayoritas Tunggal



AK Party yang dipimpin Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu memenangkan pemilu parlemen yang digelar hari Minggu, 1 November 2015.
Dalam perhitungan hasil suara yang dilansir media Turki Daily Sabah dengan 99,53% suara yang telah dihitung, AKP meraih 49,41% suara atau 316 kursi parlemen (57,45% dari 550 kursi).

Minggu, 18 Oktober 2015

Pemilu Mesir yang Digelar Rezim As-Sisi Sepi Peminat, Hanya 1,19% Pemilih



Hari Minggu (18/10), pemerintah junta militer Mesir menggelar pemilihan umum legislatif. Ini adalah hajatan politik pertama kalinya, setelah tentara dibawah komando As-Sisi mengkudeta pemerintahan sah presiden Muhammad Mursi pada 2012. Sejak kudeta terjadi, Mesir tak lagi punya wakil rakyat di parlemen. 

Rabu, 30 September 2015

Serbuan PKI ke Pondok Pesantren di Gontor


Dalam Rangka Memperingati Hari Kesaktian Pancasila
--------------------------------------------------------------------
Tulisan ust Oki; Alumni Gontor

Saya masih menyimpan cerita itu dari ayah dan Budhe saya. Hari itu Gontor tegang. Semua santri diliburkan. Para Guru bersiaga, sedang para santri banyak yang terdiam, tidak tahu apa yang harus dilakukan...

Kabar yang mendebarkan itu akhirnya sampai juga. Partai Komunis Indonesia sudah mencapai Jabung (barat Gontor) . 

Tinggal menunggu jam saja maka mereka akan tiba di Gontor. KH Imam Zarkasyi dan KH Ahmad Sahal di bantu kakak Tertua beliau berdua, KH Rahmat Soekarto tengah berembug, bagaimana menyelamatkan para santri dan Pondok. 

Beliau tidak peduli nasib mereka sendiri, yang beliau-beliau fikirkan nasib para santri. Bagaimana agar mereka selamat, diungsikan kemana, bagaimana setelah itu...Terjadilah percakapan dibawah ini (seperti yang diceritakan Budhe saya) :

Kamis, 20 Agustus 2015

Data pembanding untuk Tulisan Profesor Sarlito W. Sarwono..di Koran Tempo 15.8.2015.

APAKAH PROF.SARLITO MENUTUP MATA PADA FAKTA BERIKUT INI 
SEHINGGA KEBOBROKAN DI INDONESIA 
DI TIMPAKAN PADA ORANG ISLAM.





Eddi Tansil alias Tan Tjoe Hong atau Tan Tju Fuan. 
Lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 2 Februari 1953. Awal 1990an membobol Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) sebesar Rp 1,5 trilyun ketika nilai tukar rupiah thd dolar Amerika sekitar Rp 1.500,- per dollar. Kini, ketika nilai tukar rupiah mengalami depresiasi sekitar 700 %, berarti duit yg digondol Eddi Tanzil setara dgn Rp 9 triliun, lebih besar dr nilai skandal Bank Century yg Rp 6,7 triliun

Hartati Murdaya. Ketua umum WALUBI (Wali Umat Buddha Indonesia)
Ditangkap KPK krn menyogok Bupati Buol, Sulawesi Tengah, Arman Batalipu, yg merupakan kader Golkar. Uang suap diberikan agar usaha perkebunan Hartati mendapat konsesi perkebunan.

BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia).
Di penghujung tumbangnya orde baru, sejumlah pengusaha dan bankir Cina panen BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia). Banyak diantara mereka yg kemudian melarikan diri ke luar negeri dgn meninggalkan aset rongsokan sbg jaminan dana talangan.
Menurut catatan Kompas 2 Januari 2003, jumlah utang dan dana BLBI yg diterima Sudono Salim alias Liem Sioe Liong sekitar Rp 79 triliun, Sjamsul Nursalim alias Liem Tek Siong Rp 65,4 trilyun, Sudwikatmono Rp 3,5 trilyun, Bob Hasan alias The Kian Seng Rp 17,5 trilyun, Usman Admadjaja Rp 35,6 trilyun, Modern Group Rp 4,8 trilyun dan Ongko Rp 20,2 trilyun. Dan masih banyak lagi:

Jumat, 19 Juni 2015

Demografi dan Agama | Oleh Anis Matta




Agama salah satu faktor yang memengaruhi perilaku individu. Ketika individu-individu berkembang menjadi kelompok, tentu ia akan memengaruhi wajah suatu masyarakat. Sejumlah orang menganut agama tertentu, dengan identitas dan perilaku tertentu, adalah fakta demografis dan sosiologis yang membentuk peta sosial-politik. Bagaimana pada tataran global?
Pada April lalu Pew Research Centre di Amerika Serikat melansir laporan prediksi pertumbuhan agama-agama di dunia. Dalam laporan itu diperkirakan pada 2050 jumlah muslim akan sama dengan pemeluk agama Kristen di dunia.

Minggu, 07 Juni 2015

Pakar Biologi Muslimah, Ameenah Gurib Fakim, Kini Menjadi Presiden





Port Louis. Seorang tokoh Muslimah dunia kembali muncul. Sebelum ini, dunia Islam mungkin belum akrab dengan nama Ameenah Gurib Fakim. Tapi mulai sekarang nama ini akan sering disebut-sebut. Karena pemiliknya kini menjadi seorang presiden di sebuah negara di Afrika, Mauritius, mulai Jumat (5/6/2014) yang lalu.
Fakim yang merupakan seorang ilmuwan pakar biologi dan mempunyai banyak buku dan hasil penelitan, diangkat menjadi presiden setelah presiden Monique Ohsan Bellepeau mengundurkan diri menyusul mosi tak percaya oleh parlemen.

Popular Posts