Minggu, 13 Maret 2016

Permintaan Diputar Ulang di 20 Negara "Film Ketika Mas Gagah Pergi"


Satu lagi film karya sineas Tanah Air yang mengharumkan nama Indonesia. Dirilis perdana pada 21 Januari lalu, film "Ketika Mas Gagah Pergi" tak hanya mendapat permintaan diputar ulang di bioskop Indonesia namun juga 20 negara lainnya.



Hal tersebut diakui sendiri oleh sang produser, Tiana Rosa belum lama ini. Pada bulan Mei mendatang, Tiana akan membawa film yang dibintangi oleh Wulan Guritno dan Mathias Muchus itu tayang di luar negeri.

Minggu, 01 November 2015

Pemilu Turki, AKP Menang Mutlak Dengan Mayoritas Tunggal



AK Party yang dipimpin Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu memenangkan pemilu parlemen yang digelar hari Minggu, 1 November 2015.
Dalam perhitungan hasil suara yang dilansir media Turki Daily Sabah dengan 99,53% suara yang telah dihitung, AKP meraih 49,41% suara atau 316 kursi parlemen (57,45% dari 550 kursi).

Minggu, 18 Oktober 2015

Pemilu Mesir yang Digelar Rezim As-Sisi Sepi Peminat, Hanya 1,19% Pemilih



Hari Minggu (18/10), pemerintah junta militer Mesir menggelar pemilihan umum legislatif. Ini adalah hajatan politik pertama kalinya, setelah tentara dibawah komando As-Sisi mengkudeta pemerintahan sah presiden Muhammad Mursi pada 2012. Sejak kudeta terjadi, Mesir tak lagi punya wakil rakyat di parlemen. 

Rabu, 30 September 2015

Serbuan PKI ke Pondok Pesantren di Gontor


Dalam Rangka Memperingati Hari Kesaktian Pancasila
--------------------------------------------------------------------
Tulisan ust Oki; Alumni Gontor

Saya masih menyimpan cerita itu dari ayah dan Budhe saya. Hari itu Gontor tegang. Semua santri diliburkan. Para Guru bersiaga, sedang para santri banyak yang terdiam, tidak tahu apa yang harus dilakukan...

Kabar yang mendebarkan itu akhirnya sampai juga. Partai Komunis Indonesia sudah mencapai Jabung (barat Gontor) . 

Tinggal menunggu jam saja maka mereka akan tiba di Gontor. KH Imam Zarkasyi dan KH Ahmad Sahal di bantu kakak Tertua beliau berdua, KH Rahmat Soekarto tengah berembug, bagaimana menyelamatkan para santri dan Pondok. 

Beliau tidak peduli nasib mereka sendiri, yang beliau-beliau fikirkan nasib para santri. Bagaimana agar mereka selamat, diungsikan kemana, bagaimana setelah itu...Terjadilah percakapan dibawah ini (seperti yang diceritakan Budhe saya) :

Kamis, 20 Agustus 2015

Data pembanding untuk Tulisan Profesor Sarlito W. Sarwono..di Koran Tempo 15.8.2015.

APAKAH PROF.SARLITO MENUTUP MATA PADA FAKTA BERIKUT INI 
SEHINGGA KEBOBROKAN DI INDONESIA 
DI TIMPAKAN PADA ORANG ISLAM.





Eddi Tansil alias Tan Tjoe Hong atau Tan Tju Fuan. 
Lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 2 Februari 1953. Awal 1990an membobol Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) sebesar Rp 1,5 trilyun ketika nilai tukar rupiah thd dolar Amerika sekitar Rp 1.500,- per dollar. Kini, ketika nilai tukar rupiah mengalami depresiasi sekitar 700 %, berarti duit yg digondol Eddi Tanzil setara dgn Rp 9 triliun, lebih besar dr nilai skandal Bank Century yg Rp 6,7 triliun

Hartati Murdaya. Ketua umum WALUBI (Wali Umat Buddha Indonesia)
Ditangkap KPK krn menyogok Bupati Buol, Sulawesi Tengah, Arman Batalipu, yg merupakan kader Golkar. Uang suap diberikan agar usaha perkebunan Hartati mendapat konsesi perkebunan.

BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia).
Di penghujung tumbangnya orde baru, sejumlah pengusaha dan bankir Cina panen BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia). Banyak diantara mereka yg kemudian melarikan diri ke luar negeri dgn meninggalkan aset rongsokan sbg jaminan dana talangan.
Menurut catatan Kompas 2 Januari 2003, jumlah utang dan dana BLBI yg diterima Sudono Salim alias Liem Sioe Liong sekitar Rp 79 triliun, Sjamsul Nursalim alias Liem Tek Siong Rp 65,4 trilyun, Sudwikatmono Rp 3,5 trilyun, Bob Hasan alias The Kian Seng Rp 17,5 trilyun, Usman Admadjaja Rp 35,6 trilyun, Modern Group Rp 4,8 trilyun dan Ongko Rp 20,2 trilyun. Dan masih banyak lagi:

Jumat, 19 Juni 2015

Demografi dan Agama | Oleh Anis Matta




Agama salah satu faktor yang memengaruhi perilaku individu. Ketika individu-individu berkembang menjadi kelompok, tentu ia akan memengaruhi wajah suatu masyarakat. Sejumlah orang menganut agama tertentu, dengan identitas dan perilaku tertentu, adalah fakta demografis dan sosiologis yang membentuk peta sosial-politik. Bagaimana pada tataran global?
Pada April lalu Pew Research Centre di Amerika Serikat melansir laporan prediksi pertumbuhan agama-agama di dunia. Dalam laporan itu diperkirakan pada 2050 jumlah muslim akan sama dengan pemeluk agama Kristen di dunia.

Minggu, 07 Juni 2015

Pakar Biologi Muslimah, Ameenah Gurib Fakim, Kini Menjadi Presiden





Port Louis. Seorang tokoh Muslimah dunia kembali muncul. Sebelum ini, dunia Islam mungkin belum akrab dengan nama Ameenah Gurib Fakim. Tapi mulai sekarang nama ini akan sering disebut-sebut. Karena pemiliknya kini menjadi seorang presiden di sebuah negara di Afrika, Mauritius, mulai Jumat (5/6/2014) yang lalu.
Fakim yang merupakan seorang ilmuwan pakar biologi dan mempunyai banyak buku dan hasil penelitan, diangkat menjadi presiden setelah presiden Monique Ohsan Bellepeau mengundurkan diri menyusul mosi tak percaya oleh parlemen.

Minggu, 17 Mei 2015

Lautan Massa Penuhi Istanbul Protes Hukuman Mati Mursi



Lautan massa memenuhi kota Istanbul Turki mengutuk hukuman mati yang dijatuhkan pengadilan rezim kudeta As-Sisi pada presiden sah Mesir Muhammad Mursi.
Pada aksi protes itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam vonis mati terhadap Muhammad Mursi, presiden Mesir yang sah terpilih secara demokratis. Erdogan menilai vonis dari pengadilan Mesir itu seperti keputusan zaman Mesir kuno.

Minggu, 03 Mei 2015

Penaklukan Konstantinopel & Kabar Gembira Nabi


PROLOG
Kekaisaran Romawi bermula pada tahun 27 SM (Sebelum Masehi). Pada tahun 330 Masehi, Kekaisaran Romawi terpecah dua. Romawi Barat bertuturkan bahasa Latin dan kemudian mengikuti Katolik Roma. Kekaisaran Romawi Barat mengalami perpecahan dan keruntuhan pada abad ke-5 atau tahun 476 M.
Sedang Kekaisaran Romawi Timur, dengan penguasa pertama Kaisar Konstantinus I, bertuturkan bahasa Yunani dan kemudian mengikuti Gereja Ortodoks Timur dan Monofisitisme dengan ibukota Bizantium (maka disebut juga Kekaisaran Bizantium). 
Bizantium kemudian dirubah nama menjadi Konstantinopel untuk untuk menghormati sang Kaisar. Kekaisaran Romawi Timur berkembang dan maju hingga kira-kira seribu tahun sampai akhirnya ditaklukan oleh Kekhalifahan Turki Utsmaniyah pada tahun 1453 pada masa Kaisar Konstantinus XI. Selama sebagian besar masa keberadaannya, Kekaisaran Romawi Timur merupakan kekuatan ekonomi, budaya, dan militer yang paling berpengaruh di Eropa.

Popular Posts