Jika kita ingin mengukir cerita sejarah kita, cobalah berimanijinasi,
menghayal. Hayalkan semua cerita yang akan kita wariskan kepada
anak-anak kita, cucu-cucu kita, kepada orang yang datang sesudah kita.
Mungkinkah cerita itu suatu waktu akan menjadi tema khutbah generasi
yang akan datang? Mungkinkah cerita itu akan menjadi catatan sejarah
yang akan dibaca oleh puluhan tahun generasi yang akan datang? Itulah
cerita yang harus kita buat, cerita yang akan menjadi kenangan, dan
sekaligus menjadi amal yang akan mengantarkan kita masuk surga.
Untuk itu, mari kita kenang tiga cerita sejarah ini:

